Blogger Widgets

Kamis, 19 Februari 2015

Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili : أبو الحسن الشاذلي‎) (lahir Ghumarah, Maroko, 1197 - wafat Humaitsara, Mesir, 1258) adalah pendiri Tarekat Syadziliyah yang merupakan salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia. Ia dipercayai oleh para pengikutnya sebagai salah seorang keturunan Nabi Muhammad, yang lahir di desa Ghumarah, dekat kota Sabtah, daerah Maghreb (sekarang termasuk wilayah Maroko, Afrika Utara) pada tahun 593 H/1197 M.

Biografi

Namanya lengkapnya adalah Abul Hasan Asy-Syadzili Al-Hasani.[1] Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili adalah pendiri Tarekat Syadziliyah. Nasab atau garis keturunan Abul Hasan Asy-Syadzili bersambung sampai dengan Rasulullah SAW.
Berikut ini nasab Abu Hasan Asy-Syadzili: Abul Hasan, bin Abdullah Abdul Jabbar, bin Tamim, bin Hurmuz, bin Hatim, bin Qushay, bin Yusuf, bin Yusya', bin Ward, bin Baththal, bin Ahmad, bin Muhammad, bin Isa, bin Muhammad, bin Hasan, bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah SAW[1]
Sebagian besar sumber yang berbicara tentang sejarah Asy-Syadzili sepakat bahwa dia lahir di negeri Maghreb pada tahun 593 H (1197 M), di sebuah desa yang bernama Ghumarah, dekat kota Sabtah (sekarang kota Ceuta, eksklave Spanyol di Afrika Utara). Dia tumbuh di desa ini. Dia menghafal Al-Quran Al-Karim dan mulai mempelajari ilmu syariat. Kemudian dia pergi ke kota Tunis ketika masih sangat muda. Dia tinggal di sebuah desa yang bernama Syadzilah. Oleh karena itu, dia dinisbatkan kepada desa tersebut meskipun dia tidak berasal dari sana, sebagaimana dikatakan oleh penulis al-Qamus. Ada juga yang mengatakan bahwa dia dinisbatkan kepada desa tersebut karena dia tekun beribadah di sana.


Ciri-ciri pribadi

Asy-Syadzili berkulit sawo matang, berbadan kurus, perawakannya tinggi, pipinya tipis, jari-jari kedua tangannya panjang, dan lidahnya fasih serta perkataannya baik.[1] Dia tidak terlalu membatasi diri dalam makan dan minum. Dia selalu mengenakan pakaian yang indah setiap kali memasuki masjid. Dia tidak pernah terlihat memakai baju-baju bertambalan sebagaimana yang dipakai oleh sebagian sufi, ban selalu mengenakan pakaian bagus. Dia menyukai kuda, memelihara, dan menungganginya. Dia selalu menasihatkan untuk bersikap moderat.

 Menemukan kopi

 Beliau juga salah satu orang yang pertama menemukan kopi,alkisah beliau itu  sedang menjalani tarekat selama 40 hari tanpa tidur,kemudian beliau ketika malam ke 7 beliau tertidur,beliau berfikir bagaimana cara nya agar selama 40 hari agar tidak tidur.kemudian beliau bertanya kepada guru-gurunya namun tidak ada yang berhasil,setelah itu ada salah satu guru beliu memberi saran agar bertanya kepada syekh abdul qodir kecil (ketika umur 8 thn).kata beliau (syekh abdul qodir kecil)ambil lah  buah-buahan yang ada di belakang rumah kamu ,kemudian hancurkan lah biji'' tersebut dan rebuslah menggunakan air panas,dan tawasulkan(kirim al-fatihah)kepada rasulullah.ketika syekh asyadzili mencoba resep tersebut akhirnya beliau bisa menjalankan tarekat nya lagi selama 40 thn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar